Fenomena sifat koligatif pada ikan kutub



Ikan kutub chaerophalus aceratus adalah sejenis ikan di Antartika yang dapat bertahan padatemperatur kutub (di bawah 0 0C). Diduga bahwa ikan ini memiliki zat anti beku di dalam dararahnya. Namun, cara perlindungan anti beku pada ikan ini berbeda dengan anti beku pada mobil. Sebagaimana diketahui bahwa zat terlarut seperti gula, garam, dan etilen glikol dapat menurunkan titik beku suatu larutan. Namun, keberadaan zat telarut tesebut dalam konsentrasi tinggi tidak dimungkinkan berada dalam darah ikan karena efek tekanan osmosis. Hasil penilitian menunjukkan bahwa zat anti beku yang terdapat dalam darah ikan polar itu berupa protein.
Protein ini dapat menyebabkan titik beku air dalam aliran darah turun beberapa drajat di bawah 0 0C tampa membentuk es. Protein ini tampak melapisi serpihan-sepihan kristal es yang mulai terbentuk dalam darah dan mencegah pembekuanlebih lanjut yang dapat menyebabkan kerusakan biologis. Meskipun pada mulanya cukup mengejutkan, penelitian pada ikan kutub ini menarik minat perusahaan es krim. Sebagaimana diketahui bahwa es krim premium adalah es krim yang lembut dan tidak terdapat kiristal es di dalmnya. Pembuat es krim akan mencoba menggabukan protein ikan kutub atau molekul yang serupa ke dalam es krim. Hal ini untuk mencegah petumbuhan kristal es selama penyimpanan dan menghasilkan es krim yang istimewa.

Post a Comment